Studi Kasus : Perekonomian Malaysia

Malaysia merupakan salah satu dari beberapa negara berkembang yang berhasil mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang tinggi dengan tingkat inflasi yang rendah. Rata-rata pertumbuhan sektor riilnya hampir mencapai 5,5 persen per kapita anatara tahun 1990 dan tahun 2000; Walaupun demikian, Malaysia mengalami lonjakan jumlah penduduk yang sangat cepat yang terdiri dari berbagai macam etnis serta latar belakang agama. Prestasi ini menunjukkan bahwa stabilitas politik dan ekonomi merupakan alasan utama dari lembaga pemerintahan yang fleksibel, dan oleh Kuznets, hal ini diidentifikasi sebagai faktor kunci mempromosikan laju pertumbuhan ekonomi jangka panjangnya.

Wilayah nasional Malaysia meliputi bagian selatan Semenanjung Malaya dan bagian utara dari Pulau Kalimantan. Kedua bagian wilayah tersebut dipisahkan oleh laut Cina Selatan selebar 650 kilometer. Semenanjung Malaya berbatasan dengan wilayahh Thailand di sebelah utara, serta dipisahkan dari singapura oleh Selat Johor yang sempit.

Penduduk Malaysia kini hampir mencapai 23 juta jiwa. Laju pertumbuhannya tergolong cepa, yakni 2,1 persen per tahun. Sekitar 35 persen di antaranya berusia di bawah 15 tahun. Distribusi populasinya secara geografis tidak merata, karena tiga perempat dari total penduduk Malaysia kini menetap di wilayah bagian Barat. Sejak dekade 1960-an, Malaysia merupakan salah satu negara Dunia Ketiga yang tingkat pertumbuhan ekonominya sangat mengesankan. Pemerintahnya sejak lama melakukan investasi besar-besaran di bidang pendidikan. Semua anak usia sekolah mengikuti pendidikan dasar, dan 50 persen di antaranya meneruskan ke tingkat menengah. Ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan bagi sebuah negara yang sempat dicabik oleh perang saudara, ketegangan rasial, dan berusia kurang dari 40 tahun sebagai negara berdaulat. Berkat keberhasilan investasi pendidikan dan program penciptaan lapangan kerjanya, Malaysia memiliki angka kemiskinan yang tergolong paling rendah ( 15 persen ) di kalangan negara-negara berkembang.

Penduduk Malaysia terdiri dari banyak kelompok etnik. Yang terbesar, yakni etnik Melayu, menduduki proporsi 49 persen. Mereka menyebut dirinya sebagai kaum pribumi. Mereka praktis mendominasi panggung politik, dan boleh dikatakan semuanya adalah Muslim. Meskipun arus urbanisasinya juga cukup deras, sebagian besar penduduk Malaysia masih tinggal di pedesaan. Secara ekonomis, mereka tertinggal oleh etnik Cina minoritas. Orang-orang keturunan CIna meliputi sepertiga total penduduk Malaysia. Nenek moyang mereka hijrah ke wilayah ini dar idaerah asalnya selama abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh ini. Mereka kebanyakan tinggal di daerah perkotaan, serta menjalankan peran penting di bidang perdagangan, bisnis, dan keuangan. Jadi, meskipun secara politik mereka lemah, namun secara ekonomis mereka kuat.

Hal yang Membingungkan di Dunia

Dalai Lama ketika ditanya hal yang membingungkan,

Sewaktu Ditanya Apakah yang Paling Membingungkan di Dunia ini?

Beliau menjawab : “Manusia”,

Karena dia “Mengorbankan Kesehatannya” hanya “Demi uang”; Lalu dia “Mengorbankan Uang” nya demi Kesehatan”.

Lalu dia “Sangat Khawatir” dengan “Masa Depannya”, sampai’ dia “Tidak Menikmati Masa Kini”;

Akhirnya dia “Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini”; dia “Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati”, lalu dia “Mati” tanpa “Benar-benar Menikmati” apa itu “Hidup”.

Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati. Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok.

Ketika lahir dua tangan kita kosong…
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong…

Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa-apa…

Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan..

Jangan minder karena miskin dan hina…

Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman…

TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita…

TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita…

Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali juga tidak membawa apa-apa…

Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.

Datang ditemani oleh Tangis…..
Pergi juga ditemani oleh Tangis…..

Maka dari itu TETAPLAH BERSYUKUR, dalam segala keadaan apa pun, dan HIDUPLAH disaat yang benar-benar ada dan nyata untuk kita, yaitu SAAT INI, bukan dari bayang-bayang MASA LALU maupun mencemaskan MASA DATANG yang belum lagi tiba…

Nasehat dari Orang Terkaya Nomor 2 di Dunia, Warren Buffet

Jauhkanlah dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan dengan apa yang kau miliki, serta ingat :

1. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
2. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.
3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.
4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar-benar nyaman untukmu.
5. Jangan habiskan uang untuk hal yang tidak benar – benar penting.
6. With money:
you can buy a house, but not a home.
you can buy a bed, but not sleep.
you can get a position, but not respect.
you can buy a clock, but not time.
you can buy a book, but not knowledge.
you can buy blood, but not life.
So find your happiness inside you.
7. Jika itu telah berhasil, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.

“Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan mengucap syukur.”

Fatin Shidqia Lubis

Fatin Shidqia, peserta X Factor Indonesia

Fatin Shidqia Lubis, seorang peserta X Factor Indonesia dengan cepat dikenal oleh masyarakat melalui lagu yang dibawakannya berjudul Grenade yang dipopulerkan oleh Bruno Mars. Fatin merupakan pelajar SMA berumur 16 tahun. Meski umurnya cukup muda, namun Fatin telah mampu bernyanyi dengan baik sehingga para juri X factor terlihat begitu mengagumi bakat yang dimiliki dara cantik ini terutama oleh Ahmad Dhani. Tidak hanya para juri, ternyata Fatin telah mendapat perhatian dari penyanyi asli Grenade itu sendiri, Bruno Mars yaitu dengan memasangkan video yang diupload di youtube oleh penggemar pada official websitenya.

Berikut link official websitenya : brunomars.com

Penasaran dengan videonya? coba lihat langsung di bawah ini.

Setelah sukses menarik perhatian penonton dan para juri, kali ini pada episode 6 Fatin diberi kesempatan untuk bernyanyi solo dan membawakan lagu yang sangat sangat asyik berjudul Pumped up Kicks. Meski disela sela bernyanyi Fatin sedikit lupa menyanyikan sedikit lirik. Namun ia masih tetap dapat membuat Ahmad Dhani melongo mendengar suara emasnya.

Karena keunikan suara yang dimilikinya, namanya pun sempat menjadi trending topic di jejaring sosial, twitter.